Mahasiswa Departemen Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Raih Prestasi Nasional melalui Inovasi Teknologi Asistif

16 Oktober 2026Prestasi

Mahasiswa Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Padang (UNP), kembali menorehkan 2 prestasi melalui pengembangan inovasi teknologi asistif bagi penyandang disabilitas. Prestasi ini diraih melalui dua inovasi yang dikembangkan untuk mendukung aksesibilitas, kemandirian, dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas, khususnya individu dengan disabilitas netra.

Dalam ajang KOMPAK 2026 (Kompetisi Mahasiswa Pendidikan Khusus) tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung, tim mahasiswa Pendidikan Luar Biasa berhasil meraih Juara 1 melalui inovasi “AQUASENSE : Smart Asistive technology for inclusive and independent living” dengan tim ashfiyanisa (ketua) Maria Oktavia Sidabutar (anggota 1) Khairani Dara Sandi (anggota 2) angkatan 2024 dengan dosen pembina Dr. Johandri Taufan M. Pd

Dan meraih harapan 2 melalui inovasi :Braille Audio Room Identifier”. Dengan Tim Arini Nisaul Khaira (ketua) dan Ananda Wijaya (anggota 1) angkatan 2023 dengan dosen pembina Dr.Safaruddin, M.Pd.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh kepala departemen PLB FIP UNP Dr. Elsa Efrina, M.Pd., dan didampingi oleh pembimbing HMD PLB Ibu Yosa Yulia Nasri, M.Pd., saat Kegiatan Temu Kolegial Dosen Pendidikan Luar Biasa/Pendidikan Khusus se-Indonesia tanggal 7 Oktober 2026 di FIP UPI Bandung.

Kedua inovasi tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu mengatasi hambatan yang dapat dialami penyandang disabilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Inovasi pertama, *QUASENSE (Dispenser Air Otomatis Berbasis Sensor dan Buzzer untuk Disabilitas netra), merupakan teknologi asistif yang dirancang untuk membantu disabilitas netra mengakses air minum secara lebih mudah dan mandiri. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi disabilitas netra ketika menggunakan dispenser konvensional, seperti menemukan posisi keran, menempatkan gelas dengan tepat, dan memperkirakan jumlah air yang dituangkan.

Dengan memanfaatkan sensor dan buzzer, AQUASENSE dirancang untuk memberikan informasi melalui respons suara sehingga pengguna memperoleh petunjuk saat menggunakan dispenser. Teknologi ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko air tumpah serta mendukung kemandirian disabilitas netra dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, inovasi kedua, Braille Audio Room Identifier, dikembangkan sebagai solusi untuk membantu disabilitas netra mengenali identitas atau fungsi suatu ruangan melalui informasi berbasis huruf Braille dan audio. Inovasi ini mengintegrasikan akses informasi taktil dan suara agar informasi mengenai ruangan dapat diakses melalui lebih dari satu cara. Dengan demikian, teknologi ini diharapkan dapat membantu pengguna mengenali ruangan, mempermudah orientasi dan mobilitas, serta meningkatkan kemandirian ketika berada di lingkungan tertentu.

Kedua inovasi tersebut merupakan bentuk penerapan teknologi asistif, yaitu teknologi, perangkat, atau sistem yang dirancang untuk membantu disabilitas netra mengatasi hambatan fungsional dan meningkatkan akses terhadap informasi maupun aktivitas sehari-hari. AQUASENSE berfokus pada dukungan kemandirian dalam aktivitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari, sedangkan Braille Audio Room Identifier berfokus pada aksesibilitas informasi ruangan dan dukungan orientasi lingkungan.

Pengembangan kedua inovasi ini mencerminkan komitmen mahasiswa Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata penyandang disabilitas. Inovasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga mengedepankan prinsip aksesibilitas, kemandirian, dan kesetaraan kesempatan.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Luar Biasa memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan solusi inovatif yang mendukung pendidikan khusus dan kehidupan yang lebih inklusif. Melalui AQUASENSE dan Braille Audio Room Identifier, mahasiswa berupaya menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana untuk mengurangi hambatan lingkungan serta memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk beraktivitas secara mandiri.

Dekan FIP Prof. Dr. Afdal, M.Pd.,Kons., menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih, beliau juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, berinovasi, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengembangan teknologi asistif yang berpusat pada kebutuhan pengguna dan mendukung terwujudnya lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Pada malam penghargaan tersebut, PLB FIP UNP diumumkan menjadi Perguruan Tinggi dengan peserta terbanyak 2 (dua) dalam lomba KOMPAK tersebut.

Selamat atas prestasi yang diraih! Terus berkarya dan berinovasi untuk mewujudkan teknologi yang inklusif, aksesibel, dan mendukung kemandirian bagi semua.

Sumber: www.unp.ac.idKonten ini diambil dari situs resmi Universitas Negeri Padang dan ditampilkan di JDIH UNP.
Lihat di sumber asli